Renungan Hari Ini: If I Knew Then

Menelisik lagu boyband kesayangan saya dari jaman saya orok, Backstreet Boys, yang berjudul If I Knew Then, sepertinya menggambarkan keadaan akhir-akhir ini. Fitnah, depresi, bunuh diri dan lain sebagainya. Tak terkecuali pada apa yang terjadi dalam hidup saya. Sambil membaca tulisa saya, sambil didengarkan lagunya di bawah ini.


Berikut saya akan bahas beberapa liriknya

Life should be like a game of cards, you make a mistake, shuffle the deck and start over.
It should be just like driving in your car, get lost and your navigation system, gets you closer.
But there ain't no handbook, you're on your own.
Got no instructions when it comes to love.
Cause once you do something, can't be undone.
Wish I could take back letting you go.

Kita memang menginginkan hidup yang mudah. Setidaknya, kita bsia memutar balikkan waktu untuk mengulangi dan memperbaiki kesalahan. Namun sayang sekali, hal tersebut tidak akan pernah terjadi, selama belum ada penemuan mengenai alat penjelajah waktu.

Sedikit cerita dari kasus yang menimpa saya beberapa hari yang lalu. Ada seorang, sebut saja X, dia ini sangat lembut, jika saya lihat dari profil sosial medianya. Saya sendiri belum pernah bertemu dengan dia, hanya saya tahu bahwa dia adalah kekasih (atau istri, kurang tau) dari Y, seseorang yang saya kenal dalam satu forum.

Cerita berawal dari kebiasaan saya yang begitu excited apabila bertemu dengan teman satu wilayah pada sebuah forum internasional, biasanya saya langsung ajak2 untuk bergabung di organisasi yang lain. Dan bukan hanya kepada Y, tapi juga semua orang yang saya temui. Kebetulan, Y salah satunya. Waktu berlalu, lantas kami menjadi dekat. Saya tadinya tidak pernah tahu siapa itu Y, pasangannya dll. yang saya tahu, kita satu forum. Kemudian Y mengemukakan rasa ketertarikannya pada saya. Lantas, saya menolak dengan sopan. Disamping akrena kami belum pernah bertemu, saat itu, saya sudah ada orang lain yang mengisi hati saya.

Lantas, kami bertemu pada akhirnya di sebuah event, dan dia meminta agar saya datang lebih awal. Saya setuju, karena memang saya juga penasaran akan keseriusan dari Y. Tapi, sebelum event tersebut, ternyata saya kemudian tahu bahwa ada X yang masih mengunggah foto dan cerita kebersamaan dengan Y. Saya tanyakan kepada Y secara baik-baik. Lantas, dijawab dengan pernyataan bahwa mereka sudah tidak ada ikatan apa-apa. Saya, sebagai wanita yang juga pernah melakukan kenakalan sedikit dalam hal percintaan, tentu saja tidak serta merta percaya. Lalu, bangkitlah insting kepo saya. Dan rupanya, setelah pendekatan dengan X, saya mengetahui pastinya bahwa X dan Y masih merupakan pasangan.

Kemudian, setelah pulang dari event tersebut, saya tetap pada pendirian saya untuk tidak menerima. Saya, dengan karakter saya seperti ini, yang memang ingin mempunyai banyak teman dan menjalin hubungan baik. Maka saya juga tetap ingin berhubungan baik dengan Y dan juga X. Dan selama ini sayapikir juga tidak ada masalah. Karena tidak pernah keluar satu cerita pun dari mulut saya ke X tentang hal tersebut. Saya seorang wanita, yang juga pernah menjadi korban (dan pelaku) kenakalan dalam percintaan, jadi cukup tahu perasaan. Dan saya pikir, hal itu akan baik-baik saja.

Tapi itu semua berubah setelah negara api menyerang.

Saya kemudian dihubungi oleh Z. Dan Z bercerita tentang apapun yang Y katakan pada Z dan juga A, B, C, D, dan mungkin banyak lagi, tentang saya. Y bilang ke mereka bahwa saya tidak tahu diri, karena saya tua dan saya ngejar2 cinta Y yang notabene lebih muda dari saya. Y yang menolak, karena cintanya hanya untuk A, B, C, D dan mungkin banyak lagi, dengan mengatakan bahwa saya itu gendut dengan gelambir kemana-mana. Y yang mengatakan bahwa saya membohongi banyak orang tentang saya sebagai salah satu staff pengurus di organisasi tingkat dunia. Dan Y menceritakan semua rahasia hidup saya (dengan bumbu ala Y tentunya) kepada semua yang dia kenal. Lalu, mereka membenci saya, tanpa mereka mengenal saya. karena dimata mereka, saya sudah hina banget. Sudah ngina, ga tau malu ngejar2 Y pula.

Lebih kurang ajarnya, Y itu bukan hanya menjelek2kn saya, namun juga membawa nama2 teman2 saya, sebut saja E, F,G. Dan setelah saya konfirmasi ke yang bersangkutan, rupanya teman-teman saya malah ngakak parah. Karena jangankan berkata seperti yang Y katakan, teman-teman saya malah tidak pernah berhubungan dengan Y. Sungguh luar biasa. Dan lebih luar biasanya, untuk setiap A, B, C, D dan juga saya, dan juga mungkin masih banyak yang lainnya, Y konsisten mengatakan bahwa kamilah yang mengejar2 dia. Duh dek, jujur, Y itu bukan tipe saya. Maaf, tapi "selera" saya lebih tinggi dari itu hehe.

Dulu, jaman sekolah, saya memang sering ditolak cowok. Ngejar2 cowok, wajarlah namanya juga anak sekolahan yang iri teman2nya punya pacar. Namun, ga pernah terpikir sekalipun di otak saya, setelah ditolak, lantas saya bilang bahwa cowok2 itu yang ngejar2 saya. Bisa ditanyakan ke mereka "korban-korban" saya saat saya masih sekolah dulu. Mereka kebetulan jadi teman baik saya sampai sekarang. Makanya, saya ga habis pikir. Untuk manusia dengan level PhD candidate, tindakan tersebut sungguh sungguh di bawah level anak SMP. Saya mulai ngejar2 cowok pas SMP sih ya heuheu.

Lantas, readers, saya sungguh kasihan terhadap X. Dibandingkan dengan A, B, C, D dan mungkin masih banyak lagi, saya lebih kasihan terhadap X. Kenapa? Karena X terlalu percaya dengan Y. Ya pastinya Y akan bilang pada X bahwa kami, saya dan A, B, C, D dan mungkin masih banyak yang lain itu, yang mengejar2 Y. Dan X pasti percaya. Oh X, saya kalau jadi kamu, saya akan pertajam insting bukan ke A,B,C,D dan mungkin lebih banyak itu, tapi justru ke Y. Wanita selembut kamu, dan kamu itu cantik banget, istriable banget, seharusnya mendapatkan laki-laki yang lebih baik daripada Y. Kalau mau, X, kamu saya kenalin sama temen2 saya yang masih jomblo, yang jauh lebih waras dari Y. Serius.

Tapi, ya sudahlah. Cause once you do something, can't be undone. Jadi, saya cuma bisa membagi cerita ini kepada readers yang tercinta. Agar menjadi pelajaran, bahwa tidak boleh kita menjadi seperti Y atau X. Dan juga jangan seperti saya, yang sangat mudah percaya dengan orang. Dan jangan pula seperti Z,A,B,C,D dan juga mungkin masih banyak yang lain itu, yang langsung percaya begitu saja tanpa kepo latar belakangnya seperti apa. Kami adalah korban. Y pun mungkin juga merupakan korban atas ambisinya. Entah ambisi ingin punya 4 pasangan sesuai dengan sunnah Rosul, atau ambisi ingin menjadi penakhluk wanita, saya sendiri pun kurang tahu.

Untuk Y, jika kamu membaca ini, I know what you're talking behind me. Saya ingin kamu gentle, meminta maaf atas apa yang telah kamu lakukan. Dan saya harap kamu merubah sifatmu yang seperti itu. Y, kamu punya pasangan yang sangat sabar, yaitu X. jangan sia2kan, jangan dimainin. Jarang ada wanita yang begitu percaya dengan laki2nya. Bahkan saya, sama mantan2 pasangan saya dulu, beuh, curigaan, kepoan. X? Masya Allah, sudah istriable banget. Wanita sholeha. Coba kalau kamu nanti punya anak perempuan, lantas anakmu menjadi korban seperti kami? Bagaimana perasaanmu sebagai orang tua?

Y, hiduplah dengan baik2. Kamu itu cukup terpandang, cukup dikenal. Ya, mungkin saya kalo ngomong ke orang2 ttg kamu pun, orang2 bakalan lebih percaya denganmu daripada denganku. Mengutip kata2 Hitler, kebenaran bisa terjadi dari kebohongan yang dilakukan secara terus menerus. Saya tambahkan, secara terus menerus dan kepada banyak orang yang tidak dikenal. Congratulations, banyak orang yang mempercayaimu, Y.

Dan untuk Z,A,B,C,D dan mungkin ada banyak orang lain lagi, semoga segera menemukan pria yang jauh lebih baik dan lebih waras.

I wish I could go back on the day when I met Y. If I knew then, saya ga akan sudi untuk mengenalnya. Dan kasus ini menjadi pengingat saya untuk benar2 mulai tidak mudah percaya kepada orang lain. Semanis apapun mulutnya. Terima kasih Y, untuk mengajarkan kepada saya arti sebuah kepercayaan. Terima kasih X, sudah mengajarkan kepada saya arti sebuah kesetiaan. Dan terima kasih Z, A, B, C , D dan mungkin masih banyak lagi, telah mengajarkan kepada saya arti kejujuran.

Saya marah. sangat marah dengan Y. Mungkin, Y akan menjadi orang ke 3 dalam hidup saya yang tidak akan pernah saya maafkan. Setelah 2 orang wanita ular yang sering mengumbar fitnah itu. Kecuali, kalau Y mau meminta maaf secara langsung dengan saya. Mungkin saya bisa maafkan. meskipun berita yang Y sebarkan sudah kadung menyebar luas. Luar biasa.


Saat ini, saya mengobati hati saya yang sakit akibat fitnah itu dengan lagunya celine dion

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
August 9, 2017 at 6:41 PM delete

Saya Atas nama IBU SITI AISYA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 2 8 7 4 >>> saya menang togel (150,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.

Reply
avatar